Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14

Analysis of Honeycomb for Getting the Most Economical Beams Based Stress and Deformation by SAP 2000 Version 14

Penulis : Ngudi Hari Crista , Bambang Purnijanto , Mukti Wiwoho

Teknika 1410-4202 Vol. 10 No. 1 | Halaman 6


Abstrak

 

Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.

 

 

Abstract

Honeycomb is a steel beam with the body open vertical height doubled because the preparation of the half-pieces of the agency. Optimization of structures with variable geometry design is called a hole shape optimization, therefore, the re-calculation is required for each change of shape, so it takes a long computation time. The research aims to gain terekonomis beam to the shape, hexagonal and the distance between the holes is different from the height of the perforation same, in order to get the configuration or layout optimal pit. The method used is a computerized simulation with SAP 2000 version 14 to 5 samples to obtain the optimum size hole distance on the I profile steel beams with hexagonal openings and the loading condition that a distributed load along the span and the load point at midspan. The simulation results show that the ratio of the smallest voltage occurs in the sample II, namely Honeycomb with a perforation spacing of 15 cm with the voltage value 1723.49 kg / cm2, while the ratio of the greatest stress on the sample IV Honeycomb with a perforation spacing of 25 cm with the voltage value 1968.21 kg / cm2. The smallest deflection occurs in sample II with a perforation spacing of 15 cm with a value of 0.2083 mm, while for the greatest deformation occurs in the sample IV with perforation spacing of 25 cm with a value of 0.2811 mm deformation, so the distance, shape, and it is best pelubangannya perforations with a distance of 15 cm for configuration or layout optimal pit. Further analysis of the cellular hole shape optimization, either circular or elliptical shape and layout of the hole, taking into account the instability I profile steel beams with cellular openings in body shape, due to bending and buckling in the web-post area.

keywords : beam, Kastella, stress, deflection, distance perforations, hexagonal, SAP2000

Diposting tanggal 17 November 2016

Download Artikel