PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DALAM MEMAKSIMALKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA SEMARANG SUATU PERSPEKTIF KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

INDUSTRIAL AREA DEVELOPMENT IN THE REGION MAXIMIZE REVENUE (PAD) IN SEMARANG CITY CONCEPT OF A SUSTAINABLE DEVELOPMENT PERSPECTIVE

Penulis : Muhammad Junaidi

DINAMIKA SOSIAL BUDAYA ISSN 1410-9859 Vol. 17 No. 1 | Halaman 57-68


Abstrak

Di Kota Semarang terdapat 9 (sembilan) kawasan Industri tersebut adalah kawasan industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri Lamicitra Nusantara, dan Kawasan Industri Bukit Semarang Baru, Lingkungan industri Kecil Bugangan Baru, Kawasan Industri Guna Mekar Tambak Aji, Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Tugu, dan Kawasan Industri Sinar Centra Cipta. Tingkat okupansi sembilan kawasan industri seluas 1.029 hektare di kota itu mencapai 75%. Namun pada sisi lain persoalan yang kemudian mengemuka adalah masalah lingkungan hidup.

Materi dan muatan yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Daerah Pemerintah Kota Semarang No 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata dan Ruang Wilayah telah baik. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kemampuan pemerintah daerah saat ini untuk menjabarkan kebijakan tersebut di lapangan. Indicator adanya ketidak konsistenan tersebut adalah terdapat pembiaran atas pembuangan limbah pada beberapa lokasi kawasan industry.

Selayaknya dengan pengembangan kawasan industri, pemerintah secara sadar menjadi dipermudah dalam melakukan pengontrolan apabila terjadinya penyimpangan. Namun jika pemerintah tidak serius dan hanya berorientasi keuntungan semata, maka akan dikhawatirkan menimbulkan problematika di kemudian hari yaitu persoalan dilema dan ketimpangan pembangunan yang utamanya diharapkan dapat dijalankan pada masa yang akan datang

Abstract

in Semarang there are nine (9) The industrial area is an industrial area Wijayakusuma, Terboyo Industrial Area, Industrial Area Lamicitra archipelago, and New Semarang Hill Industrial Estate, Small industries Bugangan New Environmental, Industrial Area To Bloom Pond Aji, Region Temple industry , Industrial Area Monument , and Sinar industrial Estate Centra reserved. The occupancy rate of nine industrial area covering 1,029 hectares in the city reached 75 % . But on the other hand is the issue then raised environmental concerns. 
The material and content contained in Government Regulation No. 24 of 2009 on the Industrial Estate which is then translated in Semarang City Government Regional Regulation No. 14 of 2011 on Regional Spatial Layout Plan and have good. But keep in mind is how the local government's ability to describe the current policy on the ground. Indicator some inconsistency is there nullifying the disposal of waste at several locations industrial area.
Should the development of industrial estates , the government consciously become easy in controlling when the deviation. But if the government is not serious and just a profit -oriented, it will concern the problems in the future raises the question of the dilemma and the main development gaps which are expected to run in the future.

keywords : industrial area , PAD and sustainable development

Diposting tanggal 27 Oktober 2016

Download Artikel